Yogyakarta Hadapi Tantangan Gentrifikasi Pariwisata dengan Wisata Budaya Partisipatif

  • Administrator
  • Jumat, 23 Januari 2026 09:23
  • 45 Lihat
  • Sorotan

Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot) Yogyakarta merancang konsep wisata budaya partisipatif melalui program bule mengajar, yang melibatkan wisatawan mancanegara dalam aktivitas sosial dan kebudayaan masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran budaya dan ekonomi lokal, serta mengurangi dampak gentrifikasi pariwisata.

 

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyatakan bahwa program bule mengajar dirancang sebagai aktivitas edukatif sekaligus atraksi wisata, yang memungkinkan wisatawan terlibat langsung dalam aktivitas belajar dan berbagi pengetahuan bersama masyarakat. "Kami ingin wisatawan tidak sekadar menjadi penonton, tetapi terlibat langsung dalam aktivitas sosial dan kebudayaan," ujarnya menukil keterangan resmi yang diterima redaksi.

 

Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Kebudayaan Yogyakarta, yang saat ini sudah mencapai 73,79, tertinggi secara nasional. Namun, Setyo Harwanto, perwakilan Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta, menyatakan bahwa Yogyakarta masih menghadapi tantangan besar berupa tekanan gentrifikasi pariwisata, yang dapat membuat perputaran uang tidak tinggal di Yogyakarta.

 

"Perputaran uang sering kali tidak tinggal di Yogyakarta. Ini menjadi tantangan bagaimana kebudayaan bisa naik kelas, dari program yang berorientasi kegiatan menjadi program yang berorientasi pasar, tanpa kehilangan nilai budaya," ia menambahkan.

 

Dengan demikian, Pemkot Yogyakarta berharap program bule mengajar dapat menjadi contoh bagi pengembangan wisata budaya partisipatif yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat lokal.

 

Foto: Ilustrasi Freepik

Bule mengajar

Komentar

0 Komentar