Biopori Jumbo: Solusi Inovatif Mengurangi Sampah di Yogyakarta

  • Administrator
  • Selasa, 27 Januari 2026 10:09
  • 26 Lihat
  • Sorotan

Pemerintah Kota Yogyakarta meluncurkan program biopori jumbo sebagai upaya mengurangi volume sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. 

 

Dengan target pembangunan 1.000 biopori jumbo, kota ini berharap dapat menahan sekitar 2.000 ton sampah dan meningkatkan kualitas lingkungan.

 

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa peran pemerintah dalam program biopori jumbo difokuskan pada penguatan dukungan teknis kepada masyarakat, mulai dari penyediaan aktivator untuk mempercepat proses pengomposan, bantuan tenaga saat panen, hingga pembangunan unit biopori jumbo. Hasil panen kompos sepenuhnya menjadi milik warga dan dapat dimanfaatkan sendiri atau dijual.

 

Program biopori jumbo ini juga terintegrasi dengan urban farming dan integrated farming melalui pembangunan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPO) di sejumlah lokasi. Kompos hasil biopori dimanfaatkan untuk mendukung pertanian warga dan pengembangan lorong sayur.

 

"Dengan biopori jumbo, kita dapat mengurangi sampah, meningkatkan kualitas lingkungan, dan meningkatkan perekonomian warga," kata Hasto Wardoyo dikutip dari keterangan resmi.

 

Saat ini, jumlah biopori jumbo di Kota Yogyakarta lebih dari 600 unit, dan target penambahan sekitar 400 biopori jumbo pada tahun ini.

 

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Makmur Lestari, Sumarsini, mengatakan bahwa pengelolaan sampah melalui biopori jumbo telah memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan warga. "Sampah tidak berhenti diolah, tapi dimanfaatkan kembali untuk budi daya tanaman," tukasnya.

 

Foto: Ilustrasi (Unsplash)

Biopori

Komentar

0 Komentar