Ribuan Pamong Desa DIY Siap “Sowan Agung”, Kirab Budaya Warnai Ultah Ke-80 Sultan HB X
- Administrator
- Rabu, 01 April 2026 08:29
- 11 Lihat
- Sorotan
Perayaan ulang tahun ke-80 Raja Keraton Yogyakarta sekaligus Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, akan dirayakan dengan cara berbeda tahun ini. Ribuan lurah dan pamong desa dari seluruh DIY bersiap menggelar kirab budaya besar sebagai simbol bakti masyarakat kepada pemimpinnya.
Kirab budaya yang diinisiasi Paguyuban Lurah DIY Nayantaka tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2 April 2026. Ketua Nayantaka Gandang Hardjanata menyebut kegiatan ini bukan sekadar seremoni ulang tahun, melainkan wujud penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih masyarakat desa atas kepemimpinan Sultan yang dinilai konsisten mengayomi rakyat.
Menurut Gandang, dalam keterangan resmi, kirab budaya ini memiliki makna historis karena menjadi kegiatan pertama yang melibatkan lurah se-DIY dalam format sowan bersama sejak Indonesia merdeka. Para pamong desa bersama masyarakat akan berjalan menuju Keraton Yogyakarta untuk menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Ngarsa Dalem.
Keunikan kirab ini terletak pada simbol gotong royong yang dihadirkan melalui hasil panen dari setiap wilayah. Seluruh kelurahan membawa produk unggulan dan hasil bumi masing-masing sebagai bentuk persembahan rakyat. Hasil panen tersebut nantinya akan diterima Sultan dan kemudian didistribusikan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan melalui pemerintah daerah.
Perayaan Mangayubagya Yuswa Dalem ini melibatkan kolaborasi antara Paguyuban Nayantaka dan Sekar Tejo dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai 10.000 hingga 12.000 orang. Setiap kelurahan akan mengirimkan sekitar 20 hingga 30 perwakilan, terdiri dari lurah, pamong, serta unsur masyarakat.
Rombongan kirab akan bergerak secara bertahap dimulai dari wilayah Kota Yogyakarta, kemudian disusul peserta dari Sleman, Bantul, Kulon Progo, hingga Gunungkidul. Para lurah dan pamong diwajibkan mengenakan busana adat Ngayogyakarta jangkep, sementara masyarakat dianjurkan memakai batik atau busana tradisional Jawa untuk memperkuat nuansa budaya.
Pemerintah daerah turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti mengatakan rekayasa lalu lintas telah disiapkan, termasuk penutupan sejumlah ruas jalan utama di kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer yang menjadi titik konsentrasi peserta kirab.
Menurutnya, tingginya antusiasme warga menunjukkan kuatnya relasi kultural antara masyarakat Yogyakarta dengan rajanya. Kirab budaya ini bukan hanya perayaan ulang tahun, tetapi juga penegasan identitas sosial-budaya Yogyakarta yang masih menjaga nilai tradisi, loyalitas, dan kebersamaan di tengah perubahan zaman.
Foto: Via Antara.