Nyadran Gunung Gentong Diusulkan Masuk Kalender Wisata, Tradisi Leluhur Gunungkidul Siap Mendunia
- Administrator
- Rabu, 03 Juni 2026 17:19
- 6 Lihat
- Sorotan
Tradisi Nyadran Gunung Gentong yang digelar masyarakat Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, kembali menjadi perhatian pemerintah daerah. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengusulkan agar kegiatan budaya tersebut masuk ke dalam kalender pariwisata resmi. Menurutnya, langkah itu penting untuk memperluas promosi tradisi lokal sekaligus memperkuat daya tarik wisata budaya dan religi di wilayah Gunungkidul.
Nyadran Gunung Gentong merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan yang dipercaya sebagai petilasan Prabu Brawijaya V. Keberadaan situs tersebut menjadikan Nyadran tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memiliki dimensi sejarah yang kuat bagi masyarakat sekitar.
Dalam keterangannya, Endah menilai pelestarian tradisi semacam ini perlu mendapat dukungan berbagai pihak, termasuk Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata. Kolaborasi antarlembaga diharapkan mampu menjadikan Nyadran Gunung Gentong sebagai agenda tahunan yang lebih terorganisasi dan dikenal luas oleh masyarakat luar daerah. Dengan demikian, potensi wisata yang dimiliki Gedangsari dapat berkembang lebih optimal.
Selain menjaga warisan budaya, kegiatan tersebut juga diyakini mampu memberikan dampak ekonomi bagi warga. Kehadiran wisatawan berpotensi meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, terutama yang berada di Dusun Manggung dan kawasan sekitarnya. Wisata religi yang berkembang dinilai dapat menjadi peluang baru untuk menggerakkan perekonomian masyarakat desa.
Dalam kesempatan itu, Endah juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan sejarah dan budaya bangsa. Ia mengutip pesan Bung Karno tentang Jasmerah atau "Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah" sebagai pengingat bahwa kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya. Menurutnya, tradisi yang terus dilestarikan akan menjadi bekal berharga bagi generasi mendatang.
Sementara itu, Lurah Ngalang, Suharyanto, menjelaskan bahwa rangkaian Nyadran Gunung Gentong diawali dengan kegiatan mujahadah di masjid setempat, dilanjutkan tirakatan di kawasan petilasan hingga puncak acara keesokan harinya. Tradisi tersebut juga mencakup ritual di Sumur Kawak yang melibatkan sesaji, tumpeng, ingkung, dan jajanan pasar. Seluruh rangkaian kegiatan dipanjatkan dalam doa bersama sebagai harapan akan keberkahan, kerukunan, dan kesejahteraan masyarakat.
Foto: Pemkab Gunung Kidul