Sleman Bidik Pasar Wisata Nasional, Jual Paket Lengkap dari Alam hingga MICE
- Administrator
- Selasa, 30 Juni 2026 06:05
- 11 Lihat
- Sorotan
Kabupaten Sleman terus memacu sektor pariwisatanya agar makin kompetitif di pasar nasional. Tak lagi sekadar dikenal sebagai pintu gerbang wisata di Yogyakarta, wilayah ini kini mulai memperluas strategi promosi lewat pendekatan bisnis yang lebih agresif dan terarah.
Salah satu langkah konkret dilakukan melalui agenda Table Top & Travel Dialogue Sleman 2026 yang mempertemukan pelaku industri wisata lokal dengan calon mitra potensial dari Jakarta dan sekitarnya. Forum tersebut menjadi wadah untuk membuka peluang kerja sama baru, mulai dari perjalanan wisata reguler hingga sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) dan acara korporasi.
Ketua BPC PHRI Sleman, Andhu Pakerti, menyebut kegiatan ini sebagai upaya memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan kekuatan wisata Sleman yang lebih beragam. Menurutnya, selama ini publik lebih banyak mengenal Sleman lewat destinasi populer, padahal daerah tersebut memiliki potensi besar untuk wisata berbasis pengalaman, edukasi, hingga kegiatan bisnis.
Dalam forum bisnis yang digelar di Blue Sky Hotel Petamburan itu, sebanyak 28 pelaku usaha wisata bertemu dengan 95 buyer dalam sesi business matching. Model pertemuan langsung seperti ini dinilai lebih efektif untuk menciptakan kerja sama yang konkret dan berkelanjutan.
Beragam produk unggulan ditawarkan dalam kesempatan tersebut, mulai dari hotel, resort, venue pertemuan, hingga destinasi wisata petualangan. Beberapa daya tarik utama seperti Tebing Breksi, wisata jeep kawasan Gunung Merapi, wisata heritage, serta kuliner khas seperti Gudeg dan Bakpia menjadi bagian dari paket yang dipasarkan.
Dengan kombinasi wisata alam, budaya, kuliner, hingga fasilitas penunjang bisnis, Sleman kini mencoba menegaskan diri sebagai destinasi yang tak hanya cocok untuk liburan, tetapi juga untuk kebutuhan pemerintahan, pendidikan, komunitas, hingga agenda korporasi berskala nasional. Strategi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kunjungan wisata sekaligus memperkuat posisi Sleman di peta industri pariwisata Indonesia.
Foto: PHRI Sleman