Dispar DIY Dorong Produksi Batik Cap, Perajin Dibekali Pelatihan dan Desain Kreatif

  • Administrator
  • Selasa, 09 Juni 2026 05:36
  • 10 Lihat
  • Sorotan

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta terus berupaya memperkuat daya saing industri batik melalui peningkatan keterampilan para perajin. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggelar pelatihan pembuatan batik cap yang diinisiasi Dinas Pariwisata DIY bekerja sama dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Kementerian Perindustrian.

 

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar DIY, Iwan Pramana, menjelaskan dalam keterangannya bahwa batik cap dipilih sebagai fokus pelatihan karena memiliki kemampuan produksi yang lebih cepat dibandingkan batik tulis. Dengan teknik tersebut, para pelaku usaha diharapkan mampu memenuhi permintaan pasar dalam jumlah besar tanpa mengurangi nilai seni yang terkandung dalam produk batik.

 

Pelatihan yang diikuti puluhan pelaku ekonomi kreatif sektor batik ini menjadi bagian dari rangkaian program pengembangan yang telah dijalankan sepanjang 2026. Sebelumnya, Dispar DIY juga menyelenggarakan berbagai pelatihan berbasis kompetensi, mulai dari pembuatan malam atau lilin batik, pewarna alami, hingga desain motif. Setelah mengikuti pelatihan, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sertifikasi kompetensi.

 

Tak hanya mengajarkan teknik produksi, program ini juga menekankan pentingnya inovasi desain. Para peserta didorong untuk mengembangkan motif-motif baru yang tetap berakar pada pakem tradisional, namun mampu menarik minat pasar yang lebih luas. Dengan demikian, batik cap tidak hanya menjadi produk massal, tetapi juga memiliki nilai estetika yang kuat.

 

Menurut Iwan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu tugas utama pemerintah dalam mendukung perkembangan ekonomi kreatif. Melalui pelatihan yang berkelanjutan, para perajin diharapkan semakin kreatif dan mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing tinggi di tengah persaingan industri fesyen dan kerajinan.

 

Selain mempercepat proses produksi, batik cap juga dinilai dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin memiliki batik berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Jika batik tulis membutuhkan waktu pengerjaan hingga berbulan-bulan, batik cap memungkinkan proses produksi berlangsung lebih efisien sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

 

Meski demikian, Dispar DIY berharap harga jual batik cap tetap memberikan nilai yang layak bagi para perajin. Produk yang dihasilkan harus mampu memberikan keuntungan yang sepadan dengan kreativitas dan kualitas desain yang ditawarkan, sehingga kesejahteraan pelaku usaha batik tetap terjaga di tengah meningkatnya permintaan pasar.

 

Foto: Unsplash

Batik

Komentar

0 Komentar