Wiwitan Dijaga, Pertanian Sleman Didorong Lebih Adaptif Hadapi Zaman
- Administrator
- Jumat, 12 Juni 2026 11:55
- 12 Lihat
- Sorotan
Tradisi “wiwitan” kembali menjadi penanda penting hubungan erat antara budaya dan pertanian di Kabupaten Sleman. Dalam momentum menjelang panen padi di Dusun Pojok, Sinduadi, Bupati Harda Kiswaya menegaskan bahwa ritual turun-temurun ini bukan sekadar seremoni, tetapi simbol rasa syukur sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga akar budaya agraris di tengah perubahan zaman.
Di hadapan para petani yang tergabung dalam Gapoktan Sinduadi, Harda mengingatkan bahwa sektor pertanian kini menghadapi tantangan besar, terutama menyusutnya lahan produktif akibat alih fungsi menjadi kawasan permukiman. Situasi ini, menurutnya, menuntut langkah intensifikasi agar produksi tetap terjaga dan ketahanan pangan daerah tidak terganggu.
Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui dukungan dinas terkait, disebut siap memperkuat sektor ini lewat penyediaan benih unggul, pupuk, hingga alat mesin pertanian. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus menjaga produktivitas lahan yang tersisa.
Tak hanya itu, Harda juga menyoroti pentingnya regenerasi petani. Ia mendorong generasi muda untuk mulai melihat pertanian sebagai sektor strategis yang menjanjikan, bukan sekadar pekerjaan tradisional. Menurutnya, masa depan pertanian sangat bergantung pada hadirnya anak-anak muda yang mau terlibat dan berinovasi.
Sementara itu, Lurah Sinduadi Senen Haryanto menyebut lahan pertanian yang dikelola Gapoktan saat ini mencapai sekitar 20 hingga 30 hektare dan berstatus tanah kas desa. Pemerintah kalurahan, kata dia, terus berupaya menjaga keberlangsungan lahan tersebut agar tetap menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Kolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada dan Institut Pertanian Yogyakarta pun menjadi bagian dari strategi penguatan sektor pertanian. Selain padi, pengembangan hortikultura seperti buah-buahan mulai dilirik sebagai peluang baru untuk menambah nilai ekonomi bagi petani setempat.
Lewat perpaduan tradisi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor, Sleman berupaya memastikan pertanian tetap menjadi fondasi penting pembangunan daerah. “Wiwitan” pun tak lagi sekadar warisan budaya, tetapi menjadi simbol harapan agar pertanian lokal tetap hidup, tumbuh, dan relevan di masa depan.
Foto: Humas Pemkab Sleman