Perajin Batik DIY Didorong Naik Kelas Lewat Pelatihan Kompetensi dan Sertifikasi
- Administrator
- Jumat, 17 April 2026 05:30
- 6 Lihat
- Sorotan
Upaya memperkuat daya saing industri batik terus dilakukan melalui pelatihan berbasis kompetensi bagi para perajin di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Program yang digagas Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) bersama Dinas Pariwisata DIY ini menyasar pelaku ekonomi kreatif agar mampu meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperkuat profesionalisme di sektor kriya batik.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY, Iwan Pramana, mengatakan dalam keterangannya, pelatihan diikuti 20 pelaku industri batik yang telah lolos seleksi, dengan syarat ber-KTP DIY, berusia minimal 18 tahun, serta memiliki pengalaman membatik sedikitnya satu tahun.
Selain peningkatan kemampuan teknis, peserta juga difasilitasi memperoleh sertifikasi profesi sebagai bentuk pengakuan kompetensi. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari strategi meningkatkan nilai produk batik sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai kota batik dunia yang berorientasi pada keberlanjutan dan ramah lingkungan.
Ia menambahkan, pelatihan juga diarahkan untuk menekan biaya produksi yang selama ini didominasi penggunaan malam atau lilin batik, yang mencapai sekitar 70 persen dari total biaya produksi. Dengan efisiensi bahan baku, diharapkan pendapatan para perajin dapat meningkat.
Sementara itu, Kepala BBSPJIKB Zya Labiba menjelaskan peserta dibekali keterampilan mengolah kembali malam bekas menjadi lilin siap pakai. Inovasi tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi melalui penghematan biaya, tetapi juga membantu mengurangi limbah padat dan pencemaran lingkungan.
Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, pemerintah berharap para perajin batik DIY mampu meningkatkan daya saing, memperluas peluang pasar, serta mendorong lahirnya industri batik yang lebih efisien, inovatif, dan bernilai ekonomi tinggi. Program ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis kriya di Yogyakarta.
Foto: Dok. Paradise Batik