UMKM Bantul Tumbuh Pesat, Jadi Penopang Ekonomi Daerah
- Administrator
- Senin, 22 Juni 2026 04:41
- 7 Lihat
- Sorotan
Kabupaten Bantul terus menunjukkan geliat ekonomi yang kuat lewat perkembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerintah daerah mencatat jumlah pelaku UMKM di wilayah ini mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, didorong oleh kreativitas masyarakat dalam membangun usaha di berbagai bidang.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyebut laporan dari Bank Indonesia menempatkan Bantul sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan UMKM yang menonjol. Menurutnya, masyarakat Bantul memiliki semangat usaha yang besar, mulai dari sektor kerajinan, mebel, hingga olahan makanan yang terus berkembang.
Keragaman jenis usaha tersebut menjadi salah satu kekuatan ekonomi lokal. Tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat masyarakat. Pertumbuhan UMKM juga berdampak pada naiknya omzet usaha, nilai aset, hingga akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
Salah satu indikator yang menonjol adalah tingginya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bantul. Daerah ini bahkan tercatat sebagai penyalur KUR terbesar kedua di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Tingginya akses terhadap pembiayaan menunjukkan bahwa pelaku usaha di Bantul semakin percaya diri dalam mengembangkan bisnisnya.
Menariknya, tingkat kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) dalam program KUR di Bantul tergolong rendah. Hal ini menandakan bahwa mayoritas pelaku UMKM mampu mengelola pinjaman secara sehat dan disiplin dalam pembayaran cicilan, yang menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi daerah.
Data dari Badan Pusat Statistik juga memperlihatkan lonjakan signifikan jumlah usaha di Bantul. Jika pada 2006 tercatat lebih dari 100 ribu unit usaha, maka pada 2016 jumlahnya melonjak menjadi sekitar 140 ribu unit. Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan ekosistem kewirausahaan yang semakin matang.
Mayoritas usaha di Bantul masih didominasi oleh sektor mikro dan kecil, dengan persentase mencapai lebih dari 99 persen. Sektor perdagangan, industri pengolahan, akomodasi, serta kuliner menjadi penggerak utama. Kondisi ini memperlihatkan bahwa UMKM bukan hanya tulang punggung ekonomi Bantul, tetapi juga fondasi penting bagi ketahanan ekonomi masyarakat di tengah berbagai tantangan.
Foto: via Antara