Dalang Cilik Naik Panggung, SSleman Siapkan Generasi Baru Penjaga Wayang
- Administrator
- Senin, 11 Mei 2026 06:03
- 7 Lihat
- Sorotan
Sleman kembali membuktikan komitmennya menjaga warisan budaya Jawa lewat cara yang seru dan penuh semangat. Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman, Sabtu (10/5), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman.
Festival ini bukan sekadar lomba adu kepiawaian memainkan wayang. Menurut Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Arif Wibowo, dalam keterangannya, kegiatan tersebut menjadi langkah nyata untuk memastikan seni pedalangan tetap hidup di tangan generasi muda. Sebanyak 34 peserta ambil bagian, terdiri dari 17 dalang kategori anak dan 17 kategori remaja yang mewakili kapanewon se-Kabupaten Sleman. Kompetisi kategori anak berlangsung pada 9–10 Mei 2026, sementara kategori remaja digelar 11–12 Mei 2026.
Lebih dari sekadar tampil di panggung, festival ini menjadi ruang pembinaan sekaligus proses regenerasi seniman tradisi. Di balik kisah pewayangan, para peserta belajar nilai-nilai penting seperti kejujuran, keberanian, hingga tanggung jawab—hal yang dinilai tetap relevan di tengah derasnya arus budaya digital saat ini.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, turut memberikan apresiasi kepada para dalang muda yang memilih menekuni seni tradisi di era serba instan. Menurutnya, menjadi dalang bukan hanya soal kemampuan menggerakkan tokoh wayang, tetapi juga memahami filosofi kehidupan yang terkandung dalam setiap lakon. Kesabaran, ketekunan, dan kedalaman makna menjadi bagian penting dari perjalanan seorang dalang.
Ia menegaskan, cerita wayang selalu menghadirkan refleksi tentang pertarungan baik dan buruk, sekaligus perjalanan manusia mencari jati diri dan kebenaran. Nilai moral inilah yang membuat seni pedalangan tetap relevan lintas zaman.
Melalui Festival Dalang Anak dan Remaja 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap lahir generasi baru penjaga tradisi yang tidak hanya mahir berkesenian, tetapi juga percaya diri membawa budaya lokal tetap hidup di masa depan. Bagi Sleman, panggung wayang hari ini adalah investasi karakter untuk masyarakat esok hari.
Foto: Dok. Prokopim Setda Sleman