Perpustakaan Digital “Titik Baca” Hadirkan Cara Baru Meningkatkan Literasi di DIY
- Administrator
- Selasa, 21 April 2026 05:06
- 7 Lihat
- Sorotan
Upaya meningkatkan budaya literasi masyarakat terus dilakukan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui pemanfaatan teknologi digital. Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menghadirkan inovasi perpustakaan digital bertajuk “Titik Baca”, yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai bahan bacaan secara mudah hanya melalui ponsel pintar.
Dalam keterangannya, Kepala Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Informasi DPAD DIY, Dewi Ambarwati, menjelaskan program ini dirancang untuk mempermudah akses masyarakat terhadap koleksi buku sekaligus mendorong minat baca di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Sosialisasi Titik Baca telah dilakukan di TKIT Omah Lintang, Banguntapan, Bantul, di mana peserta langsung mencoba mengakses bahan bacaan melalui pemindaian QR Code. DPAD DIY berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal serta diperluas ke berbagai wilayah DIY sepanjang tahun ini.
Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY, Amir Syarifudin, menilai program tersebut sebagai inovasi yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini. Menurutnya, penggunaan ponsel seharusnya dapat diarahkan pada aktivitas produktif seperti membaca.
Ia juga mendorong pemerintah pusat memberi perhatian lebih pada sektor pendidikan, termasuk mempertimbangkan kebijakan penghapusan pajak buku guna meningkatkan akses literasi bagi pelajar hingga mahasiswa.
Koordinator Unit Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, Sukirno, menyoroti rendahnya tingkat literasi masyarakat Indonesia yang dipengaruhi keterbatasan akses buku, faktor ekonomi, serta distraksi digital.
Karena itu, penguatan literasi dinilai membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari sekolah, lingkungan keluarga, hingga dukungan kebijakan pemerintah.
Sementara itu, Direktur Utama PT Enam Kubuku Indonesia, Ari Kustanto, selaku pengembang platform digital menyebut Titik Baca menghadirkan akses bacaan digital yang praktis dan aman bagi masyarakat.
Melalui pemindaian QR Code, pengguna dapat menikmati buku digital, video kurasi, radio streaming, hingga berbagai informasi literasi lainnya. Program ini dirancang untuk mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat dengan penempatan di ruang publik, termasuk rencana penyediaan 46 titik layanan di wilayah Bantul.
Foto: Dok. Kominfo