Wisata Yogyakarta Arahkan Turis Jadi Bagian dari Kehidupan Warga
- Administrator
- Senin, 18 Mei 2026 10:19
- 2 Lihat
- Sorotan
Pemerintah Kota Yogyakarta terus mengembangkan konsep pariwisata yang tidak sekadar menghadirkan wisatawan sebagai penonton, melainkan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat lokal.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Program Bule Mengajar yang digelar di Kantor Kemantren Kotagede. Program ini dirancang untuk mendorong wisatawan, khususnya mancanegara, agar terlibat langsung dalam aktivitas sosial, budaya, hingga pendidikan di kampung-kampung wisata.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan dalam keterangannya bahwa pariwisata ideal harus memberikan dampak nyata bagi warga. Menurutnya, wisatawan diharapkan tidak hanya berkunjung ke destinasi populer, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat, belajar budaya lokal, hingga berbagi pengetahuan seperti mengajar bahasa atau keterampilan di sekolah maupun komunitas kampung wisata.
Melalui keterlibatan langsung tersebut, manfaat pariwisata diyakini dapat dirasakan lebih luas, baik secara ekonomi maupun sosial. Wisatawan yang tinggal lebih lama akan berbelanja di warung warga, membeli produk UMKM, serta mengikuti kegiatan kampung, sehingga perputaran ekonomi tidak hanya terpusat di kawasan wisata utama tetapi menyebar hingga tingkat lingkungan masyarakat.
Namun demikian, pemerintah menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara keterbukaan terhadap wisatawan dan pelestarian nilai budaya lokal. Wisatawan tetap diwajibkan menghormati norma, aturan, serta tradisi yang berlaku di Yogyakarta agar identitas budaya daerah tetap terjaga.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Lucia Daning Krisnawati, menyebut Program Bule Mengajar sebagai langkah menuju pariwisata berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat. Saat ini program tersebut dijalankan di kawasan Kotagede sebagai proyek percontohan dan direncanakan akan diperluas ke puluhan kampung wisata lain di Kota Yogyakarta.
Konsep wisata berbasis pengalaman ini dinilai mampu memperkuat karakter setiap kampung wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Pemerintah berharap setiap kampung memiliki pengalaman khas yang tidak hanya menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kolaborasi langsung antara penduduk lokal dan wisatawan.
Ilustrasi: AI