Sleman Jadi Pelopor Kabupaten Siaga Stroke di Indonesia
- Administrator
- Selasa, 12 Mei 2026 06:35
- 5 Lihat
- Sorotan
Kabupaten Sleman kembali mencatatkan prestasi di sektor kesehatan nasional setelah resmi dinobatkan sebagai Kabupaten Siaga Stroke pertama di Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh perwakilan Angels Initiative bersama World Stroke Organization Indonesia kepada Bupati Sleman Harda Kiswaya di Pendopo Parasamya, Sleman, Senin.
Pengakuan ini menjadi bukti keberhasilan Sleman dalam membangun sistem layanan penanganan stroke yang terintegrasi. Kolaborasi antara pemerintah daerah, rumah sakit, tenaga kesehatan, layanan ambulans, hingga kader siaga stroke di tingkat masyarakat dinilai mampu menghadirkan layanan cepat dan tepat, sekaligus menekan risiko kematian serta disabilitas akibat stroke.
Perwakilan Angels Initiative, dr. Fiarry Fikaris, menyebut pencapaian tersebut lahir dari komitmen kuat seluruh elemen kesehatan di Sleman. Hingga tahun 2026, tercatat enam rumah sakit di wilayah ini telah mengantongi predikat Rumah Sakit Siaga Stroke berstandar internasional, yakni RSUD Sleman, RSUP Dr Sardjito, RSA UGM, RS JIH, RSIY PDHI, serta RS Hermina.
Bupati Harda Kiswaya menyampaikan bahwa capaian ini bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga amanah untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Menurutnya, keberhasilan tersebut tak lepas dari dukungan rumah sakit mitra, layanan Sleman Emergency Service (SES), tenaga kesehatan, serta kader siaga stroke di puskesmas yang telah mendapatkan pelatihan khusus penanganan kegawatdaruratan stroke.
Apresiasi juga datang dari Pemerintah Daerah DIY melalui Kepala Dinas Kesehatan DIY Anung Trihadi yang membacakan sambutan Gubernur DIY. Pemerintah daerah berharap keberhasilan Sleman dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia untuk membangun jaringan layanan stroke yang cepat, terpadu, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Predikat Kabupaten Siaga Stroke ini sekaligus menegaskan komitmen Sleman dalam menghadirkan sistem kesehatan yang responsif dan siap menghadapi tantangan penyakit tidak menular, sekaligus memperkuat posisi daerah tersebut sebagai pelopor inovasi layanan kesehatan di tingkat nasional.
Foto: Dok. Bagian